SIDOARJO - Mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri dijadwalkan mengunjungi warga korban lumpur Rabu (21/11). Mega akan hadir tanpa atribut partai meski tetap diiringi oleh fungsionaris PDIP Perjuangan, mulai jajaran DPP, DPD, DPC, hingga DPRt.

Rencana kunjungan Megawati itu diungkapkan Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo Tito Pradopo. Tito menyatakan, kunjungan Mega tersebut tidak terkait dengan agenda PDI Perjuangan. “Bu Mega cuma bersilaturahmi untuk menyapa rakyat,” tuturnya.

Read more

Sempat bersikap keras menolak uang kontrak dan jatah hidup (jadup), warga Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, akhirnya menerima uang kontrak tersebut. Sebagian besar mereka adalah warga yang selama ini bertahan di Pasar Porong Baru (PBB) dalam Paguyuban Warga Renokenongo Menolak Kontrak (Pagar Rekontrak).

Jumlah warga Renokenongo yang menerima uang kontrak pada 30 Agustus 2007 berjumlah 122 kepala keluarga (KK). Menurut Ketua Tim Sosial PT Minarak Lapindo Jaya Dyas Raihan, jumlah uang untuk tiap KK Rp 5,8 juta. Rinciannya, uang kontrak Rp 5 juta, uang boyongan Rp 500 ribu, dan uang jadup Rp 300 ribu per bulan.

Kepala Desa Renokenongo Mahmudah mengemukakan, jumlah KK yang belum dibayar hingga saat ini masih sekitar 552 KK. Awalnya, jumlah KK mencapai 760 KK. Jumlah itu berkurang ketika 86 KK sudah terbayar beberapa waktu lalu.

Tulisan berikut dikirimkan pak Roch sebagai wacana tambahan dalam diskusi dengan para aktivis FKPBN dan para pemerhati masalah Lumpur Lapindo. Roch Basoeki adalah salah satu anggota presidium FKPBN.

Ketika berwacana rakyat kita sebut WARGANEGARA, yaitu sebagai “pemilik kedaulatan Negara” seperti tersebut dalam UUD (tanpa UU). Tapi saat ingin bertindak, mereka kita sebut sebagai PENDUDUK, yaitu sebagai insan yang “harus diatur” sesuai UU yang sudah ada.

Di satu sisi, mereka berdaulat sebagai pemilik kedaulatan Negara. Itu nyata setiap pemilihan umum terjadi, one man one vote. Namun dalam kehi-dupan sehari-hari mereka jauh dari berdaulat. Mereka harus manut dan nurut pada “kekuasaan” yang diatur sesuai UU yang berkaitan.

Akibatnya sungguh luas dan mendasar di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Itu terlihat nyata dalam kasus penanganan Semburan Lumpur di Sidoarjo (29 Mei 2006 sampai kini). Beberapa fakta ini bisa menjelaskan tentang KENYATAAN di lapangan.

Read more

Unit Pengkajian dan Penelitian Potensi Daerah (UP3D) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melakukan pendataan lagi untuk korban lumpur.

Ada sekitar 3.000 korban lumpur yang selama ini belum pernah didata, karena mereka korban paling akhir,” kata Ketua UP3D LPPM-ITS, Dr Agnes Tuti Rumiati MSc kepada ANTARA News di Surabaya, Minggu.

Ahli statistik ITS Surabaya itu menjelaskan pihaknya hanya akan mendata sekitar 20 persen korban paling akhir itu, karena sisanya merupakan korban yang rumah dan tanahnya sudah tenggelam tanpa bekas, sehingga sulit dilacak.

Read more

Jakarta - DPR RI membentuk tim untuk mengawasi penggunaan dana APBN 2008 sebesar Rp1,2 triliun bagi penanganan korban dan pembenahan infrastruktur akibat luapan lumpur PT Lapindo Brantas Inc di Porong Sidoarjo (Jawa Timur).

“Tim pengawas terdiri atas sekitar 50 anggota DPR,” kata Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar di Gedung DPR/MPR Jakarta, Senin, usai serah-terima Ketua Fraksi PKB DPR dari Ida Fauziah kepada Effedy Choirie.

Read more

Sidoarjo (ANTARA News) - Untuk kesekian kalinya tanggul kanal lumpur Lapindo Brantas Inc, di titik 25 Desa Jatirejo, Kecamatan Porong Sidoarjo, Jatim, Sabtu, kembali jebol 60 meter, akibat penurunan tanah.Menurut petugas tanggul Hadi Prayitno, Sabtu kepada ANTARA News, tanggul di titik 25 jebol, karena selain disebabkan adanya penurunan tanah di sekitar tanggul, juga diduga akibat pengaruh semburan baru (bubble) yang ada sekitar jebolnya tanggul.

“Penyebab jebolnya tanggul ini masih belum diketahui secara pasti. Apakah karena adanya unsur penurunan tanah, atau ditimbulkan akibat bubble yang ada di titik yang jebol tersebut,” katanya.

Read more

Sidoarjo- Badan Penanggulangan Lumpur Sidorjo (BPLS) mulai melakukan pengerukan sedimen lumpur hasil pembuangan luapan lumpur Lapindo Brantas Inc. dari “spillway” (saluran pelimpah) ke Kali Porong Sidoarjo yang sudah menumpuk, Sabtu.Pengerukan itu dilakukan karena ketinggian endapan sudah sangat tebal dan mengakibatkan Kali Porong mengalami pendangkalan, utamanya di areal yang berada di dekat spillway di Desa Pejarakan Kecamatan Jabon.

Berdasarkan pantauan di lapangan, luasan endapan tersebut mencapai radius sekitar 25 meter dari pipa pembuangan lumpur spillway. Petugas BPLS menempatkan satu unit eskaponton di Kali Porong untuk mengeruk endapan tersebut.

Read more

Jakarta:Lima Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat tetap ingin melanjutkan penggunaan hak interpelasi terhadap penyelesaian semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Alasannya, interpelasi diharapkan bisa mendorong pemerintah segera menyelesaikan persoalan tersebut.

“Sudah ada good will dari Lapindo, tapi jangan hadapkan rakyat dengan swasta,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Tjahjo Kumolo di Jakarta kemarin. Selain PDIP, Fraksi Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Bintang Reformasi juga tetap ingin meneruskan interpelasi Lapindo.

Read more

Luapan lumpur lapindo diberi label oleh organisasi lingkungan hidup dunia “Green Peace” sebagai bencana industri yang terburuk. Beberapa para ahli Indonesia mengemukakan kemungkinan besar luapan lumpur membawa gas beracun seperti gas methane dan hydrogen sulphide. Beberapa ahli juga mengungkapkan kemungkinan besar semburan lumpur yang diperkirakan setiap harinya menumpahkan 1 juta barrel akan terus berlanjut untuk beberapa dekade atau kemungkinan beberapa abad mendatang. Jika ini terus berlanjut kemungkinan besar APBD Jawa Timur akan tersedot pula untuk pembiayaan semburan lumpur lapindo dan penanggulangan atas dampak yang ditimbulkannya baik bagi lingkungan atau bagi masyarakat yang kehidupan, tanah, rumah dan mata pencahariannya ikut hilang.

Read more

Gus Dur kembali mengingatkan pemerintah dengan kata-katanya “Pemerintah harus ingat membantu korban lumpur bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dalam tindakan konkret,” ungkapnya dalam acara pemberian sambutan peluncuran buku Titanic Made in Lapindo.

Buku yang ditulis HM Maksum Zuber (Gus Maksum) dari Pondok Pesantren Abil Hasan Asy Syadzily Sidoarjo tersebut peluncurannya juga dilakukan di posko di pengungsian.

Sekitar 500 korban lumpur Lapindo datang ke acara ini, kebanyakan ibu-ibu membawa serta anak-anaknya. Mereka berkumpul sejak pukul 08.00, sedangkan Gus Dur tiba pada pukul 10.00 bersama Ny Shinta Nuriyah dan Yenny Wahid.

Read more

Next Page →